Pendirian Koperasi: Langkah Awal Memasarkan Madu Produksi KTH Lebih Luas

Lampung (8/6) – Perkumpulan Desa Lestari mengadakan Sosialisasi Program Small Grant Programme ASEAN Centre for Biodiversity (SGP ACB) Siklus 4 dan Rapat Pendirian Koperasi Pemasaran Madu Alas Kambas. Kegiatan diselenggarakan di Hotel Yestoya, Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Lampung pada Senin (8/6). Sosialisasi dihadiri oleh 24 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Desa Rantau Jaya Udik II, Braja Harjosari, dan Yekti sebagai perwakilan dan penerima manfaat. Kepala Subbagian Tata Usaha Taman Nasional Way Kambas, Camat Kecamatan Braja Selebah, Sekretaris Kecamatan Sukadan, dan Kepala Desa dari tiga desa peserta juga turut hadir.

Sosialiasi dilakukan sebagai langkah awal memperkenalkan sekaligus menjelaskan konsep program Eskalasi Usaha Madu Kelompok Tani Hutan Taman Nasional Way Kambas. Sebelumnya, usaha madu belum memberikan peningkatan pendapatan bagi masyarakat. Kondisi ini memberi tekanan pada taman nasional dalam bentuk perambahan dan perburuan ilegal di kawasan taman nasional serta peningkatan resiko kebakaran hutan. Maka, program ini bertujuan meningkatkan bisnis madu tani hutan melalui peningkatan kualitas dan akses pasar produk madu. Salah satu caranya dengan pendirian koperasi sebagai lembaga usaha madu.

Kepala Bidang Koperasi Kabupaten Lampung Timur Rohiman mengatakan saat ini koperasi di Lampung Timur cukup banyak tapi hanya sebagian kecil yang masih berjalan. Namun menurutnya pendirian koperasi madu memiliki potensi untuk berkembang.

“Kalau ini koperasi pemasaran madu saya rasa bagus karena produknya ada. Nanti bisa berkoordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan Sekretaris Kabupaten Lampung Timur karena selama ini mereka banyak membantu pemasaran produk UMKM di Lampung Timur,” katanya.

Pendirian Koperasi Pemasaran Madu Alas Kambas juga dibarengi dengan pemilihan pengurus. Sebanyak 4 orang terpilih sebagai ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara dan 5 orang dipilih sebagai pengawas. Selain itu, mereka menyepakati isi Anggaran Dasar Koperasi serta menyusun program kerja selama satu tahun ke depan.

Pendirian Koperasi Pemasaran Madu Alas Kambas menjadi titik awal bagi 8 KTH di 3 desa dampingan untuk memasarkan produk madu hutan mereka secara luas dan sistematis. “Kami berharap Desa Lestari bisa membantu penyuluh-penyuluh kami untuk meningkatkan kompetensi KTH-KTH binaan. Masalah di KTH selama ini adalah madu sudah banyak tapi belum bisa dipasarkan. Koperasi harus berkembang dan KTH harus semangat karena madu masih dibutuhkan.” ucap Kepala Bagian Tata Usaha Taman Nasional Hermawan.

Bagikan:

Responses