Canvassing TBC bersama Mahasiswa dan Kader TBC di Tangerang Selatan

 

Tangerang Selatan – Unit Pelaksana (IU) Penabulu – STPI Kota Tangerang Selatan adakan Canvassing TBC melibatkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Widya Darma Husada dan kader Tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Pamulang Timur, Cirendeu, Kampung Sawah dan Lengkong Karya. Kegiatan ini memaksimalkan skrining TBC di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar dalam rangka target eliminasi TBC Provinsi Banten 2025. (5/9)

Ardiansyah selaku program staf Tangerang Selatan mengatakan, kegiatan canvassing TBC bertujuan memberikan edukasi TBC kepada masyarakat dan skrining TBC. “kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan kader TBC yang telah dibekali selama 3 hari bagaimana melakukan skrining dan pencatatan investigasi kontak TBC”. Katanya

Sedangkan, Feby Kordinator Kader mengungkapkan, Canvassing TBC yang di launching 25 Agustus 2022 saat ini masih berlangsung hingga hari ini. “setidaknya ada 1800 masyarakat yang dilakukan skrining dan 3000 mahasiswa yang masih dalam proses skrining”. Ungkapnya (5/9)

Ia menambahkan, Penabulu – STPI bekerjasama dengan STIKES WDH agar dapat melibatkan 20 orang mahasiswanya melakukan skrining TBC di kampus dan masyarakat. “terdapat 3000 mahasiswa yang di skrining dan ditargetkan selesai minggu kedua bulan September, agar menjadi percontohan kampus bebas TBC” tambah Feby.

Sementara Ketua STIKES WDH Ns. Riris Andriati S.Kep.,M.Kep, menyampaikan apresiasinya kepada Penabulu – STPI Tangerang Selatan yang sudah membangun kerjasama dalam upaya eliminasi TBC, dimana menurutnya hal tersebut menjadi salah satu tujuan perguruan tinggi yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ini akan menjadi catatan sejarah bagi kita semua bahwa berkumpulnya kita disini sebagai upaya untuk bermanfaat bagi masyarakat, tentu ini juga menjadi salah satu tujuan adanya perguruan tinggi” ujarnya

Ditambahkan, bahwa selain bermanfaat bagi masyarakat juga menambah pengetahuan para mahasiswa baik secara akademis, karena nantinya akan terjun ke masyarakat. “Poin penting adalah kemampuan mahasiswa bertambah sekaligus menambah pengetahuan bagaimana praktek di lapangan tentu itu yang akan menjadi bekal dikemudian hari setelah selesai kuliah” Tambah Riris. (5/9).

Bagikan:

Responses